Dehidrasi

dehidrasi
Sumber: www.google.com

Dehidrasi terjadi ketika asupan cairan tubuh tidak terpenuhi atau lebih banyak cairan yang keluar dari tubuh daripada yang masuk. Cairan tubuh bisa hilang dengan muntah, buang air kecil, berkeringat, dan diare. Selain itu, aktivitas fisik, cuaca, dan pola makan semuanya dapat memengaruhi seberapa parah dehidrasinya.

Siapapun bisa mengalami dehidrasi. Namun, ada orang yang berisiko lebih tinggi, yaitu:

1. Dehidrasi Pada Bayi dan Anak-Anak

lebih rentan terkena diare karena ukuran tubuhnya yang lebih kecil lebih sensitif terhadap perubahan kandungan mineral dan air. Tak hanya itu, mereka juga rentan terkena diare.

2. Lansia

mengalami kurang fokus dan perhatian terhadap rasa haus, sehingga mereka kurang minum. Kondisi ini terjadi terutama pada orang tua dengan demensia.

3. Orang yang Berolahraga di Tempat Lembap dan Panas

Saat udara lembab, keringat yang dihasilkan tubuh tidak bisa menguap seperti kondisi normal dan mendinginkan suhu tubuh. Hal ini berdampak pada peningkatan suhu tubuh sehingga menyebabkan tubuh mengkonsumsi lebih banyak cairan.

4. Berada di Ketinggian Tertentu

Saat berada pada ketinggian tertentu, tubuh mencoba beradaptasi dengan meningkatkan frekuensi buang air kecil dan bernapas lebih cepat. Ini dikenal sebagai penyakit ketinggian atau penyakit gunung. Jika cairan yang keluar dari tubuh tidak segera diganti, masalah kesehatan ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi.

Baca Juga: Manfaat Susu Kambing Etawa Supergoat

Gejala Dehidrasi

  1. Dehidrasi ringan-sedang

Saat mengalami dehidrasi ringan hingga sedang, seseorang mungkin mengalami gejala seperti:

Rasa haus.
Urine yang berwarna kuning tua atau pekat.
Frekuensi dan volume buang air kecil berkurang.
Mulut terasa kering dan lengket.
Menjadi lebih mudah mengantuk dan mudah lelah.
Sering sakit kepala dan sulit berkonsentrasi.
Mengalami kram otot.
Demam tubuh.
Sulit buang air besar atau sembelit.

  1. Dehidrasi Berat

Sedangkan seseorang yang mengalami dehidrasi berat akan menunjukkan gejala sebagai berikut:

Merasa sangat haus.
Jantung berdebar tidak beraturan.
Mengalami penurunan tekanan darah.
Nafas menjadi lebih cepat.
Mata terlihat cekung.
Kulit menjadi lebih kering dan kehilangan elastisitasnya.
Urine bahkan lebih gelap warnanya, bahkan mungkin tidak buang air kecil sama sekali.
Sakit kepala hebat.
Lebih sering mengantuk.
Terlihat linglung dan mudah marah.
Pingsan atau mengalami kehilangan kesadaran.
kejang.

Pencegahan Dehidrasi

Untuk mencegah dehidrasi, langkah pencegahan terpenting adalah dengan memenuhi asupan cairan harian tubuh. Selain air mineral, Anda juga bisa memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi infused water atau air soda. Upaya pencegahan lain yang dapat dilakukan antara lain:

Untuk orang dewasa, minumlah minimal 8 gelas atau 2 liter air setiap hari.
Makanlah makanan dengan kandungan air yang tinggi, seperti sayuran dan buah-buahan.
Pastikan untuk tetap terhidrasi saat berolahraga, terutama dalam cuaca panas.
Penuhi asupan cairan anak-anak atau orang dewasa yang sedang sakit, terutama dengan demam, muntah dan diare.
Batasi konsumsi minuman beralkohol dan sertakan kafein.

Baca Juga: Manfaat Susu Kambing Etawa Supergoat

Comments

Popular posts from this blog

Manfaat merendam kaki dengan air garam untuk kulit

Benarkah air memiliki manfaat yang besar untuk kulit?